KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI

BAHAYA PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA ORGAN TUBUH

Penyakit jantung umumnya dianggap sebagai penyakit kaum pria. Namun kenyataannya, satu dari empat perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Jumlah ini lebih banyak dari kematian yang disebabkan oleh semua jenis penyakit kanker. Hal tersebut menjadikan penyakit jantung koroner (PJK) salah satu penyebab kematian utama pada perempuan.

BAHAYA PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA ORGAN TUBUH
Bagi laki-laki atau perempuan sebaiknya anda harus waspada apalagi yang sudah lanjut usia, penyakit jantung bisa menyerang siapa saja baik itu anak, remaja juga dewasa. Penaykit kolesterol tinggi, darah tinggi dan obesitas adalah faktor penyebab adanya pergeseran arteri atau penumpukan plak arteri dipembuluh jantung, masih banyak orang yang belum paham dan mengerti akan pentingnya pemahaman tanda gejala ciri ciri penyakit jantung koroner yang nampak sebgai cara alami dalam penanganannya.

PJK pada perempuan memiliki risiko penyebab kematian yang lebih besar dibandingkan terhadap pria. PJK pada perempuan umumnya ditemukan pada usia yang lebih tua dibandingkan dengan pria. Hal itu disebabkan oleh:

  • Terjadi penurunan hormon esterogen yang selama ini berfungsi melindungi pembuluh darah dari kerusakan saat pasca menopause, sehingga risiko penyakit jantung pada perempuan meningkat dua kali lipat. Penurunan hormon estrogen ini juga menambah kadar lemak dalam darah sehingga menimbulkan penebalan pembuluh darah yang dapat menyebabkan PJK.
  • Perempuan  dengan PJK biasanya mengalami komplikasi yang lebih serius, karena lebih sering ditemukan adanya penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi dan gangguan ginjal.
  • Penyumbatan pada pembuluh darah kecil atau mikrovaskular lebih banyak terjadi pada perempuan. Penyumbatan yang seperti ini lebih sulit dideteksi dengan pemeriksaan standar yang ada pada saat ini.
  • Kurangnya pengetahuan kaum perempuan akan bahaya penyakit jantung, umumnya membuat mereka tidak menyadari gejala penyakit tersebut, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam mendiagnosa.

Gejala penyakit jantung yang timbul pada perempuan berbeda dari gejala yang timbul pada pria. Pada wanita, gejala yang timbul antara lain nyeri ulu hati, nyeri pada punggung atau leher, sesak napas, cepat capai serta gangguan irama jantung. Gejala-gejala inilah yang tidak disadari oleh kebanyakan perempuan sehingga seringkali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan pada saat terjadi serangan jantung. Beberapa faktor risiko utama PJK pada kaum perempuan antara lain:

  • Perempuan dengan diabetes mellitus atau kencing manis memiliki risiko 2 kali lipat untuk menderita PJK, dan mempunyai komplikasi yang lebih berat dibandingkan pria
  • Perempuan yang merokok mempunyai risiko PJK 6-9 kali lipat, sedangkan pada pria adalah 4-6 kali lipat
  • Perempuan yang obesitas atau kegemukan
  • Riwayat keluarga
  • Penurunan dan berhentinya produksi hormon estrogen, namun terapi sulih hormon pada perempuan menopause juga menimbulkan risiko PJK

Ciri Ciri Penyakit jantung Koroner Dan Faktor Penyebabnya

Gejala Penyakit Jantung Koroner
  • Nyeri dada, Sering merasakan sakit kepala
  • Bagian perut yang membengkak
  • Detak yang tidak teratur
  • Sesak nafas dan terengah-engah
  • Selalu merasakan mual, Nafsu makan berkurang
  • Keluar keringat meskipun tidak beraktifitas
  • Rasa lelah terjadi meskipun tidak beraktifitas berat
  • Pada wanita sering merasakan rasa sakit pada tangan kanan dan lengan kiri
  • Pada pria rasa sakit sering terjadi pada lengan kiri
  • Rasa sakit dibagian tubuh lainnya seperti, bahu, leher, punggung, siku
  • Pembengkakan yang terjadi pada pergelangan kaki dan perut.
Faktor Penyebab Penyakit Jantung Koroner :
  • Koloesterol tinggi yang berlebih
  • Gaya hidup yang buruk/tidak sehat
  • Pola makan yang tidak baik
  • Gizi yang tidak seimbang
  • Riwayat keluarga atau turunan
  • Kurangnya olahraga
  • stress yang berlebih
  • Obesitas/kegemukan
  • Perokok aktif
  • Faktor usia
Penyakit jantung umumnya dianggap sebagai penyakit kaum pria. Namun kenyataannya, satu dari empat perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Jumlah ini lebih banyak dari kematian yang disebabkan oleh semua jenis penyakit kanker. Hal tersebut menjadikan penyakit jantung koroner (PJK) salah satu penyebab kematian utama pada perempuan.

Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Organ berukuran sebesar kepalan tangan ini berfungsi memompa dan menyebarkan darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung koroner juga dikenal dengan istilah penyakit jantung iskemik dan termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sekitar 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung. Menurut Federasi Jantung Dunia, angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014.

Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. 

Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Jenis-jenis dan Gejala Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung.
Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.

Jenis Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner

Pada diagnosis awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup Anda. Jika mencurigai Anda mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis. Misalnya, tes darah, elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, serta MRI scan.

Langkah Pengobatan Untuk Penyakit Jantung Koroner

Jika mengidap penyakit jantung, Anda sangat dianjurkan untuk mengubah pola hidup Anda seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, minum obat secara teratur dan sesuai petunjuk dokter, serta berhenti merokok. Penyakit jantung koroner tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah agar tidak memburuk. Dokter akan menganjurkan langkah operasi untuk menangani penyakit ini jika diperlukan. Tujuan dalam pengobatan penyakit jantung adalah untuk mengendalikan gejala dan menurunkan risiko munculnya serangan fatal seperti serangan jantung.
  • Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
  • Terdapat beberapa langkah pencegahan yang sederhana untuk menghindari penyakit jantung, yaitu:
  • Berhenti merokok.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya mengurangi makanan berkolesterol tinggi serta berolahraga teratur.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Mengurangi konsumsi minuman keras.
Faktor-Faktor Resiko Serangan Jantung Koroner
  • Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
  • Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
  • Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
  • Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.
  • Diabetes.
  • Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
  • Merokok.
  • Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kegemukan (obesitas).
  • Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
  • Gaya hidup buruk.
  • Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
  • Stress.
  • Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa. 

Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai naiknya asam lambung, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali.
Kondisi Jantung dapat dibagi 4 kategori:

Pertama, sehat dapat bekerja berat dan ringan.

Kedua, dapat bekerja berat dan kalau sudah kecapaian tidak perlu berhenti melakukan aktivitas, tetapi cukup mengurangi intensitas/beratnya pekerjaan dan kalau sudah merasa fit dalam satu dua menit intensitas kerja dapat ditingkatkan kembali, begitu seterusnya.

Ketiga, tidak dapat bekerja berat, tapi dapat melakukan pekerjaan ringan sehari-hari, jika kelelahan harus segera menghentikan aktivitas dan istirahat satu dua menit, yang baik dengan berbaring, tetapi jika sedang bejalan, maka istirahat dapat dilakukan dengan diam berdiri saja.

Keempat, sudah parah, untuk berjalan beberapa meter saja sudah kepayahan, kadangkala perlu dipapah.

Terdapat 2 kondisi penyumbatan yang menyebabkan agak sulitnya deteksi dini gangguan jantung dengan mengamati kondisi gejala kilinis:

Penyumbatan Koroner, Pembuluh Darah Koroner (Besar) tersumbat sementara dan biasanya menyebakan sakit yang hebat, walaupun mungkin hanya sebentar.

Penyumbatan Pembuluh Darah Kecil (Iskemi), disebabkan oleh Kolesterol dan juga Diabetes dimana penyakit yang terakhir ini menyebabkan kakunya pembuluh darah, sehingga tidak dapat mengalirkan darah secara maksimal, pembuluh darah kecil yang terganggu jumlahnya banyak dan terjadi di seluruh tubuh.
Jika sudah parah, maka Ganguan Jantung dapat dikenali dari Gejala Klinisnya saja, tetapi jika masih ringan dan baru cenderung untuk mengalami gangguan jantung, maka Treadmill Test yang dapat dilakukan di Laboratorium Klinik tertentu di bawah pengawasan Dokter Jantung merupakan salah satu cara untuk mendeteksinya dimana keakuratannya mencapai 85 persen, sedangkan ECG/EKG (Elektro Kardiogram) ketepatannya hanya 15 persen, karena testnya tanpa pembebanan dan elektrodanya juga lebih sedikit daripada Treadmill Test, sehingga tidak dapat mendeteksi gangguan jantung yang masih ringan. 

Treadmill Test dengan pembebanan akan dapat mendeteksi penyumbatan yang baru sedikit, karena hasil grafik dari tiap elektroda akan dibandingkan dan jika tidak seragam pasti di tempat tersebut ada gangguan. Treadmill Test selain dapat mendeteksi Iskemi juga mendeteksi Gangguan Irama Jantung (Aritmia) dan juga mengetahui tingkat Kebugaran Tubuh Kita, misalnya sering olahraga atau tidak dan olahraga apa saja yang masih bisa dilakukan dan berapa lama. 

Sayangnya Treadmill Test lima kali lebih mahal dari pada EKG, tetapi tidak ada cara lain yang lebih akurat selain Treadmil Test, karena itu dianjurkan untuk mereka yang telah berusia 50 tahun, walaupun tanpa keluhan apapun dan pemeriksaan dapat dilakukan pada yang lebih muda, jika ada riwayat sakit jantung di keluarganya, kolesterol tinggi, diabetes dan hipertensi.

Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih parah yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan. 

BAHAYA PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA ORGAN TUBUH
Serangan jantung terjadi jika aliran darah yang kaya oksigen ke bagian otot jantung terpotong. Hal ini dapat terjadi jika daerah plak dalam arteri koroner pecah. Fragmen sel darah yang disebut platelet menempel lokasi cedera dan mungkin mengumpul untuk membentuk bekuan darah. Jika bekuan menjadi cukup besar, sebagian besar atau seluruhnya dapat memblokir aliran darah melalui arteri koroner.

Jika penyumbatan ini tidak ditangani dengan cepat, bagian dari otot jantung disuplai oleh arteri mulai mati. Jaringan jantung sehat digantikan dengan jaringan parut. Kerusakan jantung ini mungkin tidak jelas, atau dapat menyebabkan masalah berat atau berkepanjangan. Yang paling umum gejala serangan jantung adalah nyeri dada atau ketidaknyamanan. Kebanyakan serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di tengah atau kiri dada yang sering berlangsung selama lebih dari beberapa menit atau datang-pergi.

Ketidaknyamanan dapat merasa seperti tekanan tidak nyaman, meremas, sesak, atau sakit. Perasaan itu bisa ringan atau berat. Nyeri serangan jantung kadang-kadang terasa seperti gangguan pencernaan atau mulas. Gejala angina dapat mirip dengan gejala serangan jantung. Nyeri angina biasanya berlangsung hanya beberapa menit dan hilang dengan istirahat.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment